Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islami. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Februari 2013

Sejarah Kalender Islam (Hijriah)

Kalender Hijriah (Islam) ini terdiri dari dua belas bulan, dengan urutan sbb.: (Muharam, Safar, Rabiulawal, Rabiulakhir, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah)

Di antara hari-hari besar yang terdapat dalam kalender Hijriah (Islam) adalah; Tahun Baru Hijriah, tanggal 1 Muharam, Peringatan Israk Mikraj, tanggal 27 Rajab, Awal Bulan Suci Ramadan, Lailatulkadar, sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Idul Fitri, tanggal 1 Syawal, Idul Adha, tanggal 10 Zulhijah dan Musim Haji, dari tanggal 8 s/d 13 Zulhijah.

Mengingat bahwa kalender hijriah dihitung berdasarkan rotasi bulan yang berlawanan dengan rotasi matahari, mengakibatkan bahwa semua hari-hari besar Islam, dapat terjadi pada musim-musim yang berbeda. Sebagai contoh, musim haji dan bulan puasa, bisa terjadi pada musim dingin atau pada musim panas.(http://www.fisikarudy.com/)

Sejarah

Pada tangga 6 bulan Agustus 610M Rasulullah Muhammad saw menerima wahyu pertama kali dan menjadi Nabi/Rasul. Kemudian pada tanggal 28 Juni 623 M beliau Hijrah dari kota Mekkah ke kota Madinah. Tepat pada tanggal 9 Juni 633 Masehi Rasulullah wafat.

Setelah Nabi saw wafat kemudian kepala Negara diganti oleh sahabat Abu Bakar Shiddiq r.a. selama 2 tahun dan pada tahun 635 M setelah Sahabat Abubakar wafat. Selanjutnya kepala Negara diganti oleh Sahabat Umar bin Khattab selama 10 tahun.

Rasulullah saw sebagai Rasul selama 13 tahun di Makkah dan kemudian menjadi Rasul dan Kepala Negara di Madinah selama 10 tahun. Sahabat Abu Bakar Shiddiq r.a. menjadi kepala Negara di Madinah selama 2 tahun. Sahabat Umar Bin khatab r.a. menjadi kepala Negara di Madinah selama 10 tahun.


Sebelum Negara-negara seperti Syiria, Turki, Mesir dan Palestina masuk wilayah Medinah, Negara-negara tersebut masuk wilayah Negara Rumawi yang Kristen.

Negara Negara seperti Kuffah, Baghdad , Basroh di Irak masuk wilayah Negara Persi.

Setelah Sahabat Umar bin khatab r.a. menjadi kepala Negara Madinah selama 10 tahun beberapa Negara tersebut di atas dikuasai dan pusat pemerintahannya berada di Madinatul Munawaroh. Selama Sahabat Umar menjadi kepala Negara, kemudian mengangkat beberapa Gubernur yaitu antara lain :

* Sahabat Muawiyyah diangkat menjadi Gubernur di Syiria, termasuk wilayahnya adalah Yordania.
* Sahabat Amru bin Ash diangkat menjadi Gubernur Mesir.
* Sahabat Musa Al As’ari diangkat menjadi Gubernur Kuffah.
* Sahabat Mu’adz bin Jabal diangkat menjadi Gubernur Yaman.
* Sahabat Abu Hurairah diangkat menjadi Gubernur Bahrain .

Ibu Kota Negara sebagai pusat kendali pemerintahan dibawah seorang Kepala Negara yang disebut Amirul Mukminin adalah di Madinah dibawah pimpinan Sahabat Umar Bin khatab.

Ketika Sayyina Umar bin khatab menjabat Kepala Negara mencapai tahun ke 5 beliau mendapat surat dari Sahabat Musa Al As’ari Gubernur Kuffah, adapun isi suratnya adalah sebagai berikut :

“KATABA MUSA AL AS’ARI ILA UMAR IBNUL khatab. INNAHU TAKTIINA MINKA KUTUBUN LAISA LAHA TAARIIKH.”

Artinya: Telah menulis surat Gubernur Musa Al As’ari kepada Kepala Negara Umar bin khatab. Sesungguhnya telah sampai kepadaku dari kamu beberapa surat-surat tetapi surat-surat itu tidak ada tanggalnya.

Kemudian Kholifah Umar bin khatab mengumpulkan para tokoh-tokoh dan Sahabat-Sahabat yang ada di Madinah.

“FAJAMAA’A UMAR AN NAASI LIL MUSYAAWAROTI, Maka mengumpulkan Umar bin khatab untuk mengadakan musyawarah.”

Didalam musyawarah itu membicarakan rencana akan membuat Tarikh atau kalender Islam. Dan didalam musyawarah muncul bermacam-macam perbedaan pendapat. Diantara pendapat tersebut adalah sebagai berikut:

* Ada yang berpendapat sebaiknya tarikh Islam dimulai ari tahun lahirnya Nabi Muhammad saw.
* Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari Nabi Muhammad saw diangkat menjadi Rasulullah.
* Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari Rasulullah di Isro Mi’roj kan .
* Ada yang berpendapat sebaiknya kalender Islam dimulai dari wafatnya Nabi Muhammad saw.
* Sayyidina Ali krw. Berpendapat, sebaiknya kalender Islam dimulai dari tahun Hijriyahnya Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah atau pisahnya negeri syirik ke negeri mukmin. Pada waktu itu Mekkah dinamakan Negeri Syirik, bumi syirik.

Akhirnya musyawarah yang dipimpin oleh Amirul Mukminin Umar Bin khatab sepakat memilih awal yang dijadikan kalender Islam adalah dimulai dari tahun Hijriyah nya Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah. Kemudian kalender Islam tersebut dinamakan Tahun Hijriyah.

Jadi adanya ditetapkan tahun Hijriyah itu dimulai dari Sayyina Umar bin khatab menjabat Kepala Negara setelah 5 tahun. Sebelum itu belum ada tahun Hijriyah baikpun jaman Rasulullah hidup maupun jaman Sahabat. Dan tahun Hijriyah mulai diberlakukan bertepatan dengan tahun 640M.
( Keterangan ini diambil dari Kitab Tarikh Umam wal Muluk, ditulis oleh Muhammad bin Jarir At Thobari, yang dikenal dengan nama Tarikh Thobari. Kitab ini jumlahnya 12 jilid besar, setiap satu jilid tebalnya 250 halaman).

Islam Abad Pertengahan/Sejarah

Manusia modern pertama kali mendatangi Jazirah Arab dari Afrika, menyusuri jalur pesisir dengan perahu kecil, kemungkinan sekitar 60000 SM, pada Zaman Batu. Mereka adalah pemburu dan pengumpul. Pada 2000 SM para penurut bahasa Semit memasuki Jazirah Arab, kali ini dari utara. Mereka adalah kaum nomad yang mengembara bersama domba dan kambing, dan menggembalakan ternak mereka di berbagai padang rumput yang berbeda-beda. Pada masa kini, sebagian dari mereka ada yang masih hidup dengan cara nomad.
Sebaliknya, di bagian selatan jazirah ini, orang-orangnya lebih banyak bertani. Tidak diketahui secara pasti asal mereka, namun Ratu Bilqis yang disebutkan dalam Al Quran bisa jadi merupakan salah satu penguasa di tempat ini.
Pada masa Aleksander Agung, mulai diketahui sedikit informasi mengenai orang Arab, karena mereka melakukan perdagungan dengan orang Yunani. Orang Romawi juga berdagang dengan orang Arab, yang memperoleh rempah-rempah serta barang-barang lainnya dari India dan menukarkannya dengan emas kepada orang Romawi.
Dalam peperangan panjang antara Sassania dan Romawi, berbagai suku Arab ikut serta sebagai pasukan bayaran bagi kedua pihak. Pada masa Antik akhir, Kerajaan Saba (Sheba) di Arab runtuh.
Muhammad lahir di kota dagang di Arab utara yang disebut Mekah sekitar tahun 570 M. Pada usia 40 tahun, dia didatangi oleh malaikat Jibril yang memberitahu Muhammad bahwa dia adalah seorang nabi yang bertugas menyampaikan ajaran yang dahulu pernah disampaikan oleh Ibrahim, Musa, dan Isa. Agama yang dibawa Muhamamd disebut Islam. Meskipun pada awalnya lambat, Muhammar berhasil memperoleh banyak pengikut.

Peta penaklukan Muhammad dan Kekhalifahan Rasyidin.
Setelah memenangkan beberapa pertempuran, sebagian besar suku Arab lainnya pun masuk Islam. Setelah menyatukan Arab, para penerus Muhammad melancarkan serangan kepada Romawi dan kemudian kepada Sassania. Pada tahun 640 M, orang Arab menguasai sebagian besar Asia Barat, dan tidak lama setelah itu, di bawah para khalifah Umayyah, mereka menaklukan Mesir. Pada tahun 711 M, Umayyah menguasai seluruh Asia Barat (kecuali Turki, yang masih dikuasai Kekaisaran Romawi) seluruh Mediterania selatan; Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko dan sebagian besar Spanyol.

  Ekspansi pada masa Muhammad, 622–632 M
  Ekspansi pada masa Kekhalifahan Rasyidin, 632–661 M
  Ekspansi pada masa Kekhalifahan Umayyah, 661–750 M
Pada 800 M, pada masa Kekhalifahan Abbasiyah, kekuasaan orang Islam mulai terpecah-pecah menjadi banyak kerajaan atau kekhalifahan yang lebih kecil. Yang paling utama berpuast di Baghdad di Irak mdoern. Pada tahun 900-an M kendali Baghdad direbut oleh orang Turk atau Seljuk, sedangkan dinasti Fatimiyah menguasai Mesir, Israel, dan Suriah. Di timur, Ghaznawiyah merebut Afghanistan dan kemudian India utara seiktar tahun 1000 M.

Perpecahan Kekhalifahan Abbasiyah
Pada tahun 1096 M, orang-orang Eropa melancarkan Perang Salib dan merebut banyak wilayah di Israel dan Lebanon dari kekuasaan Fatimiyah. Namun pada tahun 1200 M sebagian besar tanah taklukan itu kembali direbut oleh orang Mamluk dan dinasti Ayyubiyah (di bawah Salahuddin). Pada saat yang sama, dinasti Muwahidun berhasil berdiri di Afrika utara dan Spanyol.
Lama-kelamaan, dinasti Muwahidun mulai terpecah. Di Spanyol utara, Kerajaan Aragon, Castilia, dan Portugal mengalahkan Muwahidun pada tahun 1212 M, dan merebut sebagian besar Spanyol pada tahun 1248 M. Di Afrika utara, dinasti Muwahidun terpecah menjadi tiga kerajaan kecil, Hafsiyun di timur, Al Wad di tengah, dan Mariniyun di barat. Pada tahun 1260 M, orang Mongol menyerbu Asia Barat, dan menaklukan bagian timur kekuasaan Islam, selain juga India utara dan Afghanistan.
Selama tahun 1300-an dan 1400-an M, pasukan Kerajaan Aragon dan Castilia secara bertahap mendesak orang Arab keluar dari Spanyol, proses ini disebut Reconquista dan berakhir pada tahun M. Pada tahun 1517 M Kesultanan Utsmaniyah (penerus Seljuk) mulai menaklukan Suriah dan Mesir, pada tahun 1453 mereka menaklukan Konstantinopel (Istanbul modern) dan meruntuhkan Kekaisaran Romawi Timur, lalu pada tahun 1639 M mereka merebut Irak. Kesultanan Utsmaniyah bertahan hingga akhir Perang Dunia I pada tahun 1918.